Gerbang Baru Perbatasan: Rute Lintas Negara Putussibau–Kuching Resmi Hadir…
12 Okt. 2026, 7.44, 4KAPUAS HULU – Aksesibilitas dan mobilitas transportasi darat yang menghubungkan Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat (Indonesia) dengan Kuching, Sarawak (Malaysia) kini semakin mudah dan terintegrasi. Trayek Angkutan Lintas Batas Negara (ALBN) rute Putussibau–Badau–Lubok Antu–Kuching secara resmi diperkenalkan melalui kegiatan Soft Launching yang berlangsung di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Badau pada Rabu (7/10/2026).Peluncuran trayek baru ini menjadi tonggak penting dalam mempererat konektivitas antarnegara. Dalam operasionalnya, PLBN Badau difungsikan sebagai titik krusial pertukaran penumpang melalui skema layanan back to back.Acara peresmian ini dihadiri oleh jajaran pemangku kepentingan dari berbagai instansi, di antaranya Wakil Bupati Kapuas Hulu, Sukardi (mewakili Bupati Kapuas Hulu); Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kapuas Hulu; Kapolres Kapuas Hulu; Kasdim 1206/Putussibau (mewakili Dandim 1206/Putussibau); Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Barat; Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD) Provinsi Kalimantan Barat; Vice President Operasional dan Keselamatan Perum DAMRI; General Manager Perum DAMRI Cabang Pontianak; pimpinan operator Bus Asia/Biara Mas; serta jajaran Camat dari Wilayah Perbatasan (Badau, Batang Lupar, dan Puring Kencana).Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Barat, Drs. Hermanus, M.Si., menyampaikan bahwa pengoperasian rute strategis ini merupakan buah dari proses diplomasi dan koordinasi intensif yang panjang antara Pemerintah Indonesia dan pihak Pemerintah Sarawak."Trayek ini bukan hanya menghadirkan pilihan transportasi baru bagi masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya kita memperkuat konektivitas Kalimantan Barat dengan Sarawak. Dengan adanya layanan ini, mobilitas masyarakat di wilayah perbatasan diharapkan menjadi lebih mudah, aman, dan nyaman. Rencana pelayanan Angkutan Lintas Batas Negara Putussibau–Kuching ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan delegasi Malaysia ke Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu pada Juli 2025 lalu untuk penjajakan awal," ujar Hermanus.Ditemui secara terpisah, Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Kalimantan Barat, Dr. I Ketut Suhartana, S.SiT,M.T menegaskan komitmen BPTD Kelas II Kalimantan Barat dalam mendukung kelancaran operasional trayek antarnegara ini, khususnya dari aspek regulasi dan keselamatan penerbitan operasional jalan."Dalam pembukaan rute baru ALBN Putussibau–Kuching ini, BPTD Kelas II Kalimantan Barat memegang peranan krusial pada fungsi perizinan dan pengawasan. Kami memastikan seluruh armada yang beroperasi telah memenuhi standar kelayakan teknis dan administratif, mulai dari kelaikan jalan bus (ramp check), kepatuhan dokumen perizinan trayek, hingga aspek keselamatan armada. Pengawasan berkala akan terus kami lakukan di kawasan perbatasan agar pelayanan angkutan umum ini berjalan dengan aman, tertib, dan sesuai standar keselamatan transportasi darat yang berlaku," tegas I Ketut Suhartana.Untuk tahap awal operasional, armada bus DAMRI melayani keberangkatan harian dengan jadwal sebagai berikut: Dari Indonesia berangkat dari Terminal Kedamin, Putussibau pukul 08.00 WIB setiap hari sedangkan dari Malaysia berangkat dari Central Kuching pukul 07.00 MYT.Adapun rincian tarif perjalanan yang ditetapkan adalah: Rute Putussibau – Kuching: Rp400.000,- / penumpang dan Rute Putussibau – PLBN Badau: Rp200.000,- / penumpang.Dengan beroperasinya rute lintas batas negara ini, hubungan masyarakat di kawasan perbatasan tidak hanya semakin dekat secara geografis, tetapi juga diyakini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, menggairahkan sektor pariwisata, serta memperkuat jalinan sosial antar kedua negara.(sumber data dan foto : http://mattanews.co)








