1 Agu 2026, 14.20,
1
Medan – Keselamatan transportasi tidak terlepas dari kompetensi dan profesionalisme pengemudi. Dalam rangka memperkuat budaya keselamatan angkutan jalan, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sumatera Utara turut menghadiri rangkaian kegiatan Bimbingan Teknis Safety and Defensive Driving bagi pengemudi Angkutan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) PT Antar Lintas Sumatera (ALS) yang diselenggarakan selama dua hari, 30–31 Juli 2026, di Medan.Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan pemahaman, keterampilan, serta kesiapan pengemudi dalam menghadapi berbagai kondisi dan potensi risiko selama perjalanan. Pengemudi tidak hanya dituntut mampu mengoperasikan kendaraan, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengantisipasi risiko dan mengambil keputusan yang tepat demi keselamatan seluruh pengguna jasa transportasi.
Dalam pelaksanaannya, para peserta mendapatkan pembekalan berbagai materi terkait sistem manajemen keselamatan, identifikasi risiko kecelakaan, teknologi kendaraan, pemeriksaan kendaraan sebelum perjalanan (pre-trip inspection), serta penerapan defensive driving. Materi tersebut kemudian diperkuat melalui praktik berkendara, sehingga pengemudi dapat menerapkan pengetahuan keselamatan secara langsung dalam aktivitas operasional.Penerapan defensive driving menjadi salah satu aspek penting dalam kegiatan ini. Dengan kemampuan mengantisipasi potensi bahaya, menjaga jarak aman, mengendalikan kecepatan, serta mengambil keputusan secara tepat, pengemudi diharapkan mampu meminimalkan risiko kecelakaan dan menciptakan perjalanan yang lebih aman.
Kehadiran BPTD Kelas II Sumatera Utara dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor transportasi darat. Kolaborasi antara pemerintah dan operator angkutan menjadi langkah strategis untuk membangun sistem transportasi yang tidak hanya mengutamakan pelayanan, tetapi juga menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama.Melalui peningkatan kompetensi dan profesionalisme pengemudi, diharapkan tercipta budaya keselamatan yang semakin kuat dalam penyelenggaraan angkutan AKAP. Setiap pengemudi memiliki peran penting dalam memastikan perjalanan berlangsung aman, nyaman, tertib, dan selamat hingga sampai ke tujuan.Karena perjalanan yang selamat dimulai dari pengemudi yang kompeten, disiplin, dan bertanggung jawab. Bersama, wujudkan transportasi darat yang semakin berkeselamatan.