Gorontalo — Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Gorontalo melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Sadar Lalu Lintas Usia Dini bagi sejumlah guru Taman Kanak-Kanak (TK) di Kota Gorontalo, Jumat, 26 Juni 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Aston Gorontalo.
Kegiatan ini merupakan salah satu upaya edukatif BPTD Kelas II Gorontalo untuk menanamkan kesadaran dan budaya keselamatan berlalu lintas sejak usia dini melalui lingkungan pendidikan.
“Melalui kegiatan ini, saya berharap peserta memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai materi keselamatan berkendara, teknik penyampaian materi yang menarik kepada anak usia dini serta metode pembelajaran yang kreatif dan dapat diintegrasikan dalam proses pembelajaran di sekolah masing-masing,” ungkap Hotden Hendrikus Naibaho, Plt. Kepala BPTD Kelas II Gorontalo.
Hotden menambahkan, para guru mendapatkan pembekalan mengenai pentingnya pengenalan keselamatan berlalu lintas sejak dini, termasuk pemahaman terhadap perilaku aman saat berada di jalan, penggunaan fasilitas penyeberangan, pentingnya penggunaan helm bagi pengendara sepeda motor, serta pengenalan berbagai rambu dan aturan lalu lintas secara sederhana dan mudah dipahami oleh anak-anak.
BPTD Kelas II Gorontalo mendorong agar materi keselamatan lalu lintas dapat diintegrasikan dalam proses pembelajaran di lingkungan TK. Dengan demikian, edukasi tidak hanya diberikan kepada anak, tetapi juga dapat diteruskan kepada keluarga sehingga terbentuk lingkungan yang mendukung penerapan perilaku tertib dan selamat berlalu lintas.
Kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah dan dunia pendidikan dalam membangun generasi yang memiliki kesadaran terhadap keselamatan transportasi. Penanaman nilai-nilai disiplin dan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas sejak usia dini merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan budaya keselamatan di tengah masyarakat.
Melalui Bimtek Sadar Lalu Lintas Usia Dini, BPTD Kelas II Gorontalo berkomitmen untuk terus memperluas edukasi keselamatan transportasi kepada berbagai kelompok masyarakat, khususnya generasi muda. Upaya tersebut diharapkan dapat berkontribusi dalam mewujudkan masyarakat yang semakin sadar, disiplin, dan peduli terhadap keselamatan berlalu lintas di Provinsi Gorontalo.
(hms04)