Publikasi

Publikasi BPTD Kelas II Jambi

Publication Berita
PKJ 2026: BPTD Jambi Hadir untuk Keselamatan di Jalan
25 Sep. 2026, 22.36, 6

Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Jambi bersama Jasa Raharja, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jambi dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Jambi menggelar Sosialisasi Keselamatan pada masyarakat di persimpangan Jalan, di kawasan Simpang Mayang (JBC) , Kota Jambi, Selasa (22/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian rangkaian memperingati Pekan Keselamatan Jalan (PKJ) Provinsi Jambi 2026. Kepala BPTD Kelas II Jambi, Benny Nurdin Yusuf, Menyampaikan, bahwa PKJ bukan sekadar kegiatan sosialisasi yang dilakukan pada momentum tertentu. Namun, menjadi upaya untuk terus mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya keselamatan saat berada di jalan raya. "Ini bagian daripada kegiatan Pekan Keselamatan Jalan. Kegiatan ini sudah kita laksanakan sejak tahun 2003 sampai saat ini. Ini juga merupakan amanat daripada resolusi PBB yang sudah dicanangkan," kata Benny.Benny menjelaskan, kegiatan Pekan Keselamatan Jalan dilaksanakan pada rentang September hingga November. Momentum tersebut, dimanfaatkan untuk kembali meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap keselamatan berlalu lintas."Ini bukan berarti setelah kegiatan sosialisasi ini selesai, kita tidak melakukan apa-apa. Ini hanya memakai momentum saja, mengingatkan kepada seluruh masyarakat bahwa keselamatan transportasi jalan itu menjadi bagian penting daripada kehidupan kita semua, khususnya kita di jalan," ujarnya. Benny menyebut, keselamatan berkendara merupakan tanggung jawab bersama. Tidak hanya pemerintah dan aparat, tetapi juga seluruh pengguna jalan."Sehingga rangkaian sosialisasi untuk mendorong masyarakat Jambi ini untuk selalu peduli terhadap keselamatan adalah pekerjaan yang luar biasa," katanya.Selain itu, dalam kegiatan ini juga turut dilakukan pembagian helm gratis, kepada puluhan pengendara sepeda motor yang melintasi kawasan tersebut. Kegiatan ini turut dihadiri langsung Dirlantas Polda Jambi, Kombes Pol Adi Benny Cahyono, Kepala Kantor Wilayah PT Jasa Raharja Jambi, A.A.N Agung Abimanyu, serta Kadis Perhubungan kota Jambi, Amran.(*)Penulis: LinnaliskaEditor: Linnaliska

Publication Berita
Kemenhub Dorong Optimalisasi Fungsi Terminal Sebagai Simpul Transportasi y…
26 Juli 2026, 10.47, 4

JAMBI, KabarSDGs -Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan menegaskan terminal bus memiliki peran strategis sebagai simpul transportasi yang tidak hanya melayani perpindahan penumpang, tetapi juga berperan untuk memastikan layanan angkutan umum yang diberikan kepada masyarakat berjalan aman, tertib, dan nyaman.Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan pun mendorong untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sekaligus mengoptimalkan fungsi terminal salah satunya melalui pemanfaatan aset.“Terminal penumpang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan menjadi ruang publik yang aman dan nyaman. Potensi lahan ataupun fasilitas yang dimiliki terminal perlu dioptimalkan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, selain itu pemanfaatan aset terminal juga dapat memberikan kontribusi terhadap Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP),” ucap Dirjen Aan saat melaksanakan kunjungan kerja ke Terminal Tipe A Alam Barajo dan Kantor Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Jambi, pada Jumat (24/7).Dalam peninjauan ini, Aan mengapresiasi sejumlah fasilitas yang telah tersedia di Terminal Tipe A Alam Barajo yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat atau para pengunjung terminal, seperti fasilitas untuk membaca buku di Pojok Baca, toilet yang bersih, hingga area kedatangan dan keberangkatan yang tertata baik.Ia menilai, kualitas pelayanan dan fasilitas di terminal harus terus ditingkatkan agar masyarakat merasa nyaman saat berada di area terminal.Tidak hanya itu, Dirjen Aan turut mengapresiasi inovasi BPTD Kelas II Jambi dan Terminal Alam Barajo dalam memanfaatkan fasilitas melalui kerja sama penyediaan sarana olahraga berupa tempat bermain biliar sebagai fasilitas penunjang di terminal. Aan mengatakan inovasi tersebut dapat meningkatkan aktivitas masyarakat di area terminal.“Ini inovasi yang bagus dan perlu kita apresiasi selama bisa mendukung fungsi utama terminal. Harapannya dengan adanya fasilitas penunjang seperti ini nantinya masyarakat semakin tertarik berkunjung untuk naik dan turun bus di terminal, semakin banyak yang datang ke terminal dan pada akhirnya dapat menjadikan angkutan umum sebagai pilihan utama untuk bepergian,” katanya.Aan menambahkan, optimalisasi fungsi dan peningkatan fasilitas di terminal juga harus tetap berjalan bersamaan dengan komitmen pada jaminan aspek keselamatan melalui pelaksanaan operasional sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang benar dan konsisten, khususnya pelaksanaan inspeksi keselamatan (rampcheck) guna memastikan setiap bus yang beroperasi telah memenuhi persyaratan, baik dari aspek administratif, awak kendaraan/pengemudi, dan kelaikan jalan armadanya.“Terminal juga harus mampu berperan dalam menjamin keselamatan perjalanan masyarakat. Oleh karena itu, saya meminta seluruh petugas melaksanakan SOP di terminal dengan benar, terutama saat pelaksaan rampcheck bus agar setiap bus yang akan beroperasi benar-benar laik jalan demi keselamatan dan keamanan masyarakat,” pungkasnya.

Publication Berita
Kemenhub Minta Petugas Jalankan SOP saat Rampcheck Bus di Terminal Alam Ba…
25 Juli 2026, 15.13, 3

METROJAMBI.COM- Terminal bus memiliki peran strategis sebagai simpul transportasi yang tidak hanya melayani perpindahan penumpang, tetapi juga berperan untuk memastikan layanan angkutan umum yang diberikan kepada masyarakat berjalan aman, tertib, dan nyaman. Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Aan Suhanan, mendorong untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sekaligus mengoptimalkan fungsi terminal, salah satunya melalui pemanfaatan aset. "Terminal penumpang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan menjadi ruang publik yang aman dan nyaman," ujarnya saat mendatangi Terminal Tipe A Alam Barajo dan BPTD Kelas II Jambi, Jumat (24/7/2026).Menurutnya, potensi lahan ataupun fasilitas yang dimiliki terminal perlu dioptimalkan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Selain itu, pemanfaatan aset terminal juga dapat memberikan kontribusi terhadap penerimaan negara bukan pajak (PNBP).Saat mendatangi Terminal Tipe A Alam Barajo, ia menilai sejumlah fasilitas yang ada seperti tempat membaca buku, toilet yang bersih hingga area kedatangan dan keberangkatan tertata dengan baik. Menurutnya, kualitas pelayanan dan fasilitas di terminal harus terus ditingkatkan agar masyarakat merasa nyaman saat berada di area terminal. Tentu, dengan kualitas pelayanan dan fasilitas yang memadai dapat dimanfaatkan oleh masyarakat atau pengunjung.Tidak hanya itu, dengan adanya fasilitas sarana olahraga seperti tempat bermain biliar ini adalah sebagai fasilitas penunjang di terminal. Ia menilai ini dapat meningkatkan aktivitas masyarakat di area terminal. "Harapannya dengan adanya fasilitas penunjang seperti ini nantinya masyarakat semakin tertarik berkunjung untuk naik dan turun bus di terminal, semakin banyak yang datang ke terminal dan akhirnya dapat menjadikan angkutan umum sebagai pilihan utama untuk bepergian," katanya. Optimalisasi fungsi dan peningkatan fasilitas di terminal harus tetap berjalan bersamaan dengan komitmen pada jaminan aspek keselamatan, melalui pelaksanaan operasional sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang benar dan konsisten.Khususnya pelaksanaan inspeksi keselamatan (rampcheck) guna memastikan setiap bus yang beroperasi telah memenuhi persyaratan, baik dari aspek administratif, awak kendaraan atau pengemudi dan kelaikan jalan armadanya. "Terminal juga harus mampu berperan dalam menjamin keselamatan perjalanan masyarakat. Saya minta, seluruh petugas laksanakan SOP dengan benar terutama saat rampcheck, agar setiap bus yang akan beroperasi benar-benar laik jalan demi keselamatan dan keamanan masyarakat," sebutnya.

Publication Berita
Dirjen Hubdat Tinjau Terminal Alam Barajo Jambi, Dorong Peningkatan Pelaya…
25 Juli 2026, 10.55, 5

MAKALAMNEWS.ID – Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat) Kementerian Perhubungan menegaskan bahwa terminal bus memiliki peran strategis sebagai simpul transportasi yang tidak hanya melayani perpindahan penumpang, tetapi juga menjadi pusat pelayanan angkutan umum yang aman, tertib, dan nyaman bagi masyarakat. Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan, saat melakukan kunjungan kerja ke Terminal Tipe A Alam Barajo dan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Jambi, Jumat (24/7/2026).Dalam kunjungannya, Aan Suhanan mendorong peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat sekaligus mengoptimalkan fungsi terminal melalui pemanfaatan aset yang dimiliki."Terminal penumpang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan menjadi ruang publik yang aman dan nyaman. Potensi lahan ataupun fasilitas yang dimiliki terminal perlu dioptimalkan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Selain itu, pemanfaatan aset terminal juga dapat memberikan kontribusi terhadap Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)," ujar Aan.Saat meninjau Terminal Tipe A Alam Barajo, Dirjen Hubdat mengapresiasi berbagai fasilitas yang telah tersedia untuk memberikan kenyamanan kepada masyarakat.Beberapa fasilitas tersebut diantaranya pojok baca, toilet yang bersih, serta area kedatangan dan keberangkatan yang tertata dengan baik.Menurut Aan, kualitas pelayanan di terminal harus terus ditingkatkan agar masyarakat merasa nyaman ketika menggunakan transportasi umum."Pelayanan yang baik akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap angkutan umum sehingga terminal dapat menjadi ruang publik yang nyaman bagi seluruh pengguna jasa transportasi," katanya.Selain fasilitas utama, Aan Suhanan juga memberikan apresiasi terhadap inovasi BPTD Kelas II Jambi dan pengelola Terminal Alam Barajo yang menghadirkan fasilitas olahraga berupa tempat bermain biliar melalui kerja sama dengan pihak ketiga.Menurutnya, inovasi tersebut menjadi nilai tambah selama tetap mendukung fungsi utama terminal sebagai pusat layanan transportasi."Ini inovasi yang bagus dan perlu kita apresiasi selama bisa mendukung fungsi utama terminal. Harapannya dengan adanya fasilitas penunjang seperti ini, masyarakat semakin tertarik datang ke terminal untuk naik maupun turun bus. Semakin banyak masyarakat menggunakan terminal, maka angkutan umum juga akan semakin menjadi pilihan utama untuk bepergian," jelasnya.Meski mendorong optimalisasi fasilitas dan pemanfaatan aset terminal, Aan menegaskan aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam operasional terminal.Ia meminta seluruh petugas menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP) secara konsisten, khususnya dalam pelaksanaan inspeksi keselamatan atau rampcheck terhadap setiap armada bus yang akan beroperasi.Rampcheck dilakukan untuk memastikan seluruh kendaraan memenuhi persyaratan administrasi, kondisi pengemudi, serta kelaikan jalan armada sebelum mengangkut penumpang.

Publication Berita
Kemenhub: Terminal Bus Tak Sekadar Tempat Naik Turun Penumpang
25 Juli 2026, 10.42, 4

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menegaskan, terminal bus memiliki peran strategis sebagai simpul transportasi yang tidak hanya melayani perpindahan penumpang, tetapi juga memastikan layanan angkutan umum kepada masyarakat berjalan aman, tertib, dan nyaman. Karena itu, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan mendorong peningkatan pelayanan kepada masyarakat sekaligus mengoptimalkan fungsi terminal, salah satunya melalui pemanfaatan aset. "Terminal penumpang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan menjadi ruang publik yang aman dan nyaman. Potensi lahan maupun fasilitas yang dimiliki terminal perlu dioptimalkan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Selain itu, pemanfaatan aset terminal juga dapat memberikan kontribusi terhadap Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)," ucap Aan dalam keterangan resminya, Sabtu (25/7/2026).Dalam peninjauan ke Terminal Tipe A Alam Barajo dan Kantor Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Jambi, Aan mengapresiasi sejumlah fasilitas yang telah tersedia dan dapat dimanfaatkan masyarakat maupun pengunjung, seperti Pojok Baca, toilet yang bersih, hingga area kedatangan dan keberangkatan yang tertata dengan baik.Menurut Aan, kualitas pelayanan dan fasilitas di terminal harus terus ditingkatkan agar masyarakat merasa nyaman saat berada di area terminal. Aan juga mengapresiasi inovasi BPTD Kelas II Jambi dan Terminal Alam Barajo dalam memanfaatkan fasilitas melalui kerja sama penyediaan sarana olahraga berupa tempat bermain biliar sebagai fasilitas penunjang di terminal. Menurutnya, inovasi tersebut dapat meningkatkan aktivitas masyarakat di area terminal. "Ini inovasi yang bagus dan perlu kita apresiasi selama bisa mendukung fungsi utama terminal. Harapannya, dengan adanya fasilitas penunjang seperti ini, masyarakat semakin tertarik berkunjung untuk naik dan turun bus di terminal. Semakin banyak yang datang ke terminal, pada akhirnya angkutan umum dapat menjadi pilihan utama untuk bepergian," katanya. Lebih lanjut, Aan menjelaskan optimalisasi fungsi dan peningkatan fasilitas di terminal juga harus berjalan beriringan dengan komitmen terhadap aspek keselamatan.Hal tersebut dilakukan melalui pelaksanaan operasional sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) secara benar dan konsisten, khususnya inspeksi keselamatan (rampcheck) guna memastikan setiap bus yang beroperasi memenuhi persyaratan, baik dari aspek administratif, kompetensi awak kendaraan (pengemudi), maupun kelaikan jalan bus."Terminal juga harus mampu berperan dalam menjamin keselamatan perjalanan masyarakat. Oleh karena itu, saya meminta seluruh petugas melaksanakan SOP di terminal dengan benar, terutama saat pelaksanaan rampcheck bus agar setiap bus yang akan beroperasi benar-benar laik jalan demi keselamatan dan keamanan masyarakat," katanya.

Publication Berita
Rapat Persiapan Penyelenggaran Angkutan Lebaran 2026 di Provinsi Jambi
5 Maret 2026, 10.45, 167

https://jambiupdate.co/read/2026/02/27/121652/19-juta-warga-jambi-diprediksi-mudik-bptd-pastikan-angkutan-lebaran-2026-siap-total

Publication Berita
Hasil Rapat Inisiasi BPTD Kelas II Jambi : Semua Stakeholder Siap Dukung P…
5 Maret 2026, 10.42, 144

https://jambiekspres.disway.id/pemprov-jambi/read/711309/hasil-rapat-inisiasi-bptd-kelas-ii-jambi-semua-stakeholder-siap-dukung-penyelenggaraan-angkutan-lebaran-jamb

Publication Berita
BPTD Jambi matangkan persiapan arus mudik Lebaran 2026
5 Maret 2026, 10.34, 154

https://jambi.antaranews.com/berita/649718/bptd-jambi-matangkan-persiapan-arus-mudik-lebaran-2026

Publication Siaran Pers
Rakor Persiapan Penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 Kemenhub Prediksi Pe…
25 Feb. 2026, 15.03, 742

Jakarta – Kementerian Perhubungan memprediksi bahwa pada penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026, pergerakan terbesar pemudik berasal dari Jawa Barat sebanyak 30,97 juta orang, diikuti DKI Jakarta (19,93 juta) dan Jawa Timur (17,12 juta). Sedangkan dari sisi tujuan, arus terbesar mengarah ke Jawa Tengah sebesar 38,71 juta orang, disusul Jawa Timur (27,29 juta) dan Jawa Barat (25,09 juta). Angka tersebut didapatkan berdasarkan hasil survei nasional yang dilakukan Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kemenhub.Hal ini diungkapkan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, pada Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026, di Kantor Pusat Kemenhub, Jakarta, Selasa (24/2) malam.Adapun menurut survei yang sama, prakiraan total pergerakan masyarakat selama masa Angkutan Lebaran 2026 adalah sebesar 50,60% penduduk atau 143,91 juta orang.“Hal inilah yang menjadi dasar kita bersama untuk tetap menyiapkan Angkutan Lebaran 2026 secara komprehensif,” kata Menhub Dudy.Pada level kabupaten-kota, asal perjalanan didominasi wilayah padat penduduk seperti Jakarta Timur, Kabupaten Bogor, serta Kabupaten Bekasi. Sedangkan tujuan banyak terkonsentrasi di kabupaten-kabupaten di Jawa Tengah. Daerah asal pergerakan masyarakat Jabodetabek terbesar adalah Kabupaten Bogor dan Kabupaten Tangerang. Sementara itu, provinsi tujuan favorit masyarakat Jabodetabek adalah Jawa Tengah.Masih berdasarkan hasil survei yang sama, Kemenhub mencatat moda transportasi yang akan paling dominan digunakan adalah mobil pribadi sebesar 76,24 juta orang, disusul sepeda motor (24,08 juta orang) dan bus (23,34 juta orang). Untuk jalur yang digunakan, mayoritas pengguna mobil memilih jalan tol sebesar 50,63 juta orang, dan untuk pengguna sepeda motor mayoritas memilih jalur alternatif selain jalur utama yaitu sebesar 8,65 juta orang.“Kami mengimbau masyarakat untuk menggunakan transportasi umum, guna meningkatkan keselamatan, mengurangi kemacetan, serta menekan risiko kecelakaan karena mobilitas tinggi selama Lebaran,” pesan Menhub.Berikutnya adalah prakiraan simpul transportasi terpadat pada angkutan Lebaran 2026, di antaranya stasiun asal terpadat adalah Stasiun Pasar Senen sebesar 2,38 juta orang dan stasiun tujuan terpadat adalah Stasiun Yogyakarta Tugu sebesar 867 ribu orang. Bandara asal terpadat adalah Bandara Soekarno Hatta sebesar 2,13 juta orang dan bandara tujuan terpadat adalah Bandara Soekarno Hatta sebesar 1,05 juta orang. Terminal asal terpadat adalah Terminal Pulo Gebang sebesar 2,31 juta orang dan terminal tujuan terpadat adalah Terminal Tirtonadi sebesar 1,44 juta orang. Pelabuhan asal terpadat adalah Pelabuhan Tanjung Priok sebanyak 214 ribu orang, dan pelabuhan tujuan terpadat adalah Pelabuhan Tanjung Perak sebanyak 158 ribu orang. Serta lintas penyeberangan terpadat adalah Penyeberangan Merak – Bakauheuni sebesar 6,06 juta orang.Kemenhub juga telah mempersiapkan sarana dan prasarana transportasi pendukung angkutan Lebaran 2026, di antaranya untuk transportasi darat dipersiapkan 31 ribu unit bus dengan kapasitas angkut 1,25 juta penumpang. Transportasi laut dipersiapkan 829 unit kapal dengan kapasitas angkut 3,26 juta penumpang, dan prasarana sebanyak 636 pelabuhan laut. Transportasi penyeberangan dipersiapkan sebanyak 255 unit kapal dengan kapasitas angkut 6,15 juta penumpang dan 770 ribu kendaraan melalui 15 lintas penyeberangan dan 29 pelabuhan. Transportasi udara dipersiapkan 392 unit pesawat (serviceable) dengan 257 bandar udara. Transportasi kereta api dipersiapkan 3.821 unit sarana dengan prasarana sebanyak 668 stasiun.Seperti tahun sebelumnya, pemerintah kembali memberikan diskon tarif transportasi kepada masyarakat, di antaranya diskon penyeberangan sebesar 100% untuk tarif jasa kepelabuhanan atau setara 21,9% dari tiket terpadu, pada periode 12-31 Maret 2026 (selama 20 hari); Diskon angkutan laut sebesar 30% untuk seluruh trayek kapal PSO PELNI kelas ekonomi, pada periode 11 Maret-5 April 2026 (selama 26 hari); Diskon kereta api sebesar 30% untuk tiket ekonomi pada periode 14-29 Maret 2026 (selama 16 hari); diskon angkutan udara 17-18%, berlaku tiket ekonomi dengan rute penerbangan domestik pada periode 14-29 Maret 2026 (selama 16 hari) untuk pembelian tiket mulai tanggal 10 Februari 2026.Guna membantu masyarakat melakukan perjalanan mudik secara aman dan nyaman sehingga mengurangi penggunaan kendaraan pribadi serta menekan kepadatan lalu lintas, Kemenhub telah mempersiapkan program mudik gratis, di antaranya:- Moda transportasi darat, dengan 34 kota tujuan di 9 provinsi, menggunakan 401 unit bus (15.834 penumpang) dan 8 unit truk (240 sepeda motor) pada periode arus mudik (16-18 Maret 2026) dan arus balik (24-25 Maret 2026).- Moda transportasi kereta api, untuk jalur kereta api di Pulau Jawa meliputi Lintas Utara, Lintas Tengah, dan Lintas Selatan sebanyak 28.182 penumpang dan 11.900 sepeda motor, pada periode arus mudik (13-19 Maret 2026) dan arus balik (24-30 Maret 2026).- Moda transportasi laut, dengan kuota 50.000 penumpang ekonomi pada periode 11 Maret-5 April 2026.Dari sisi regulasi dan pengaturan lalu lintas, Surat Keputusan Bersama (SKB) terkait pengaturan Angkutan Lebaran 2026 telah disusun bersama POLRI dan Kementerian PU. Pembatasan dilakukan untuk truk sumbu 3 atau lebih, dikecualikan untuk kendaraan yang mengangkut BBM/BBG, pupuk, bantuan bencana, hewan ternak, dan barang pokok.“Bersama ini kami juga mengimbau kepada seluruh pihak, agar kendaraan angkutan barang yang beroperasi tidak menggunakan kendaraan lebih muatan (over loading) dan lebih dimensi (over dimension), untuk menjaga keselamatan bersama,” kata Menhub Dudy.Turut hadir pada kegiatan ini Wakil Menteri Perhubungan Suntana, jajaran Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama di lingkungan Kemenhub, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani, Kepala BIN Muhammad Herindra, Kepala BPJT Wilan Oktavian, Kepala BNPB Suharyanto, Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono, perwakilan Kemenpar, Komdigi, Kemenag, Kemenaker, Kemendikdasmen, KemenESDM, Kemendag, Kemendagri, Kemenperin, Kemenkes, KemenPANRB, KemenPPPA, TNI, Basarnas, Korlantas Polri, pimpinan lembaga non-kementerian dan ketua asosiasi, serta para direktur utama BUMN, jalan tol, juga operator bidang transportasi.(HH/GT/ETD)