Publikasi

Publikasi BPTD Kelas II Maluku

Publication Berita
BPTD KELAS II MALUKU TEGAS TERTIBKAN KENDARAAN ODOL DI UPPKB PASSO
21 Agu 2026, 12.10, 143

Ambon, 21 Agustus 2026 — Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Maluku melalui Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) Passo terus memperkuat pengawasan dan penertiban kendaraan angkutan barang sebagai bagian dari komitmen mewujudkan keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan serta mendukung program Zero Over Dimension Over Loading (ODOL).Petugas UPPKB Passo melaksanakan pemeriksaan dan penimbangan rutin terhadap kendaraan angkutan barang yang melintas di UPPKB Passo.Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan pemeriksaan terhadap salah satu kendaraan angkutan barang yang mengangkut beras BULOG dari Pelabuhan Yos Sudarso menuju Gudang BULOG Tulehu.Berdasarkan hasil penimbangan, kendaraan tersebut diketahui membawa muatan yang melebihi kapasitas muatan yang dipersyaratkan sebagaimana tercantum dalam dokumen kendaraan.Atas hasil pemeriksaan tersebut, petugas menyampaikan penjelasan mengenai bentuk pelanggaran dan prosedur penindakan kepada pengemudi. Dalam proses tersebut, pengemudi menyampaikan keberatan dan tidak kooperatif terhadap proses penindakan.Kejadian tersebut kemudian mendapat perhatian awak media yang berada di lokasi dan dilakukan wawancara terkait pelaksanaan penertiban serta penerapan ketentuan ODOL.PEMERIKSAAN DILAKUKAN SESUAI PROSEDURPengawas Satuan Pelayanan (Wasatpel) UPPKB Passo, Doni Astra Rizki, menegaskan bahwa kegiatan pemeriksaan dan penertiban dilaksanakan berdasarkan prosedur dan ketentuan yang berlaku.Pemeriksaan meliputi penimbangan kendaraan, pengecekan dokumen kendaraan, serta verifikasi kesesuaian daya angkut dengan ketentuan yang dipersyaratkan.“Pemeriksaan dilakukan berdasarkan prosedur dan ketentuan yang berlaku. Setiap kendaraan yang terbukti melanggar ketentuan muatan wajib ditindak sesuai aturan, tanpa membedakan siapa pemilik, pengelola, maupun pihak yang menggunakan kendaraan tersebut.”BPTD Kelas II Maluku menegaskan bahwa hasil penimbangan merupakan dasar objektif dalam menentukan kepatuhan kendaraan terhadap batas muatan yang dipersyaratkan.PENERTIBAN ODOL BERLAKU TANPA PANDANG BULUBPTD Kelas II Maluku menegaskan bahwa penertiban ODOL berlaku bagi seluruh kendaraan angkutan barang tanpa terkecuali.Tidak ada kendaraan yang mendapatkan perlakuan khusus karena status kepemilikan, jenis barang yang diangkut, perusahaan, maupun pihak yang menggunakan kendaraan tersebut.Termasuk kendaraan yang digunakan dalam kegiatan distribusi bahan pangan dan kebutuhan masyarakat.BPTD Kelas II Maluku memahami bahwa distribusi bahan pangan merupakan bagian penting dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Namun, kepentingan distribusi tetap harus berjalan seiring dengan kepatuhan terhadap ketentuan keselamatan dan batas daya angkut kendaraan.Keselamatan pengguna jalan merupakan prioritas utama dan tidak dapat dikesampingkan oleh kepentingan distribusi maupun alasan lainnya.KOORDINASI DENGAN PIHAK TERKAITSebagai tindak lanjut, BPTD Kelas II Maluku akan melakukan koordinasi dengan pihak terkait dalam kegiatan distribusi beras BULOG mengenai hasil pemeriksaan dan kepatuhan kendaraan angkutan barang yang digunakan.Koordinasi tersebut dilakukan untuk mendorong peningkatan kepatuhan serta memastikan kendaraan angkutan yang digunakan dalam kegiatan distribusi memenuhi ketentuan teknis dan keselamatan yang berlaku.BPTD MALUKU AKAN TERUS MELAKUKAN PENGAWASANBPTD Kelas II Maluku menegaskan bahwa kegiatan pengawasan dan penertiban kendaraan angkutan barang tidak berhenti pada satu kegiatan atau satu kendaraan saja.Pengawasan dan penertiban akan terus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan terhadap seluruh kendaraan angkutan barang yang beroperasi di wilayah Maluku.“BPTD Kelas II Maluku akan terus melakukan pengawasan dan penertiban secara berkelanjutan demi terwujudnya keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas angkutan jalan.”Langkah tersebut merupakan bentuk komitmen BPTD Kelas II Maluku dalam mendukung terwujudnya Zero ODOL, meningkatkan keselamatan pengguna jalan, serta menjaga kondisi dan keberlanjutan infrastruktur transportasi.BPTD Kelas II Maluku mengajak seluruh pemilik kendaraan, perusahaan angkutan, pengelola armada, dan pengemudi untuk mematuhi ketentuan yang berlaku serta bersama-sama mendukung terciptanya angkutan barang yang aman, tertib, dan berkeselamatan.Penertiban akan terus dilakukan. Tidak ada pengecualian. Keselamatan adalah prioritas.

Publication Berita
BPTD Kelas II Maluku Melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Pelak…
15 Des. 2023, 6.44, 1910

ambon - Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Maluku Melaksanakan Rapat koordinasi (Rakor) persiapan pelaksanaan posko angkutan Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 bersama Stakeholder Terkait di Ambon 14 Januari 2023Penyelenggaraan Posko Angkutan Nataru dimulai pada 19 Desember 2023 hingga 3 Januari 2024.Dalam Rapat Koordinasi Pihak Dinas Perhubungan Provinsi Maluku juga menyampaikan bahwasanya distribusi sembako menjadi prioritas pada saat pelaksanaan natal 2023 dan tahun baru 2024.ada beberapa prediksi kendala yang akan terjadi pada menjelang dan pelaksanaan akhir tahun, dan telah dibahas dalam Rakor tersebut, yakni kemacetan lalu lintas dikarenakan meningkatnya mobilitas masyarakat pada saat arus mudik. Dengan prediksi puncak arus mudik terjadi dua kali, yaitu pada arus mudik satu, pada 22 - 23 Desember 2023, arus mudik dua pada 26 - 27 Desember 2023, arus balik satu, pada 29 - 30 Desember 2023 dan arus balik dua, pada 1 - 2 Januari 2024.Selain itu, BPTD Kelas II Maluku mengemukakan potensi terjadinya kemacetan pada beberapa titik di Kota Ambon, antara lain di depan MCM Ambon, depan Swalayan Citra, depan Masjid An-Nur dan wilayah SPBU Kebun Cengkih Ambon.Anggota Komisi III DPRD Maluku Anos Jeremias yang turut hadir dalam rapat koordinasi tersebut juga angkat bicara agar waktu pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) dapat diperhatikan, sehingga tidak menghambat kondisi lalu lintas, Koordinasi pengaturan lalu lintas pada Lintasan Hunimua-Waipirit sehingga tidak terjadi kemacetan seperti di tahun-tahun sebelumnya. Loket Pembelian Tiket diharapkan dibuka lebih awal, dikarenakan banyaknya kejadian dimana petugas belum ada ditempat pada saat masyakarat hendak membeli tiket kapal. serta meminta Dirlantas Polda Maluku untuk dapat membuat poster tentang keselamatan berkendara selama mudik dan melakukan patroli.Selain itu, musim penghujan juga menjadi salah satu faktor penghambat pada pelaksanaan kegiatan natal dan tahun baru, sehingga perlu dilakukan antisipasi.BPTD Kelas II Maluku telah menyiapkan SOP terkait antisipasi kemacetan dan cuaca buruk yang mana akan membutuhkan koordinasi dengan instansi terkaitdalam persiapan pelaksanaan akhir tahun ini, Pihak Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) siap untuk menyediakan Pos Kesehatan di Pelabuhan Yos Sudarso, Slamet Riyadi dan Galala.Sementara Pihak Damri menyediakan 24 unit kendaraan dan 17 trayek yang beroperasi dan meminta untuk lintasan menuju Waipia agar diperhatikan apabila terjadi longsor.PT. ASDP menyediakan empat kapal pada lintasan Hunimua-Waipirit dan meminta untuk kapal dapat beroperasi secara terus menerus serta meminta tambahan waktu bongkar muat. "#JJ"

Publication Berita
Jaga keselamatan berlayar, BPTD Maluku cek kesiapan kapal penyeberangan an…
8 Des. 2023, 6.24, 1560

Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Provinsi Maluku mengecek kesiapan kapal penyeberangan antarpulau menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).Pengecekan ini seiring meningkatnya permintaan dan minat masyarakat saat libur Natal dan tahun baru 2024. Pemeriksaan dilakukan secara total mengingat pentingnya hal itu untuk keselamatan penumpang.“Sementara yang kita cek hanya kapal feri penyeberangan untuk lintasan di sekitar Ambon saja. Yakni di Galala lintas ke Namlea dan Hunimua lintas ke Waipirit serta Pelabuhan Waai saja,” kata Kepala Seksi Sarana dan Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan BPTD kelas II Maluku, M. Alfian, di Ambon, Rabu.Alfian melanjutkan, sedangkan untuk kendaraan angkutan darat, belum dilakukan pengecekan karena di Maluku tidak ada lintasan angkutan kota antar provinsi (AKAP).Ia memastikan, untuk feri penyeberangan yang sudah diperiksa, dipastikan siap melayani rute lintasan masing-masing pada saat Nataru.“Kebetulan juga kapal kita rata-rata habis diperbaiki. Jadi kapal-kapal kita secara teknis dalam kondisi baik dan siap,” ujarnya.Ia berharap, semoga selama liburan Nataru, tidak ada kendala di kapal seperti kerusakan tiba-tiba sehingga kapal tidak bisa beroperasi, serta lonjakan penumpang bisa diatasi dengan adanya kapal-kapal yang sudah siap.“Saya harap, tidak terdapat antrean yang memakan waktu lama di pelabuhan sehingga tidak terjadi rusuh di pelabuhan. Semoga cuca juga cerah sehingga penyeberangan lancar dan aman,” harap Alfian.Alfian menambahkan, jumlah kapal yang siap beroperasi untuk Galala dua kapal, Hunimua lima kapal, Waai satu kapal dan Ambon - Banda - Tual satu kapal.

Publication Berita
BPTD Maluku cek kesiapan kendaraan penumpang bus jelang Nataru
8 Des. 2023, 6.17, 1636

Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Provinsi Maluku mengecek kesiapan kendaraan penumpang bus menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024.Pengecekan ini dalam rangka mengoptimalkan keselamatan perjalanan selama liburan Natal. Langkah ini diambil untuk memastikan kesiapan armada transportasi umum dalam menghadapi lonjakan penumpang selama perayaan Natal.“Sementara ini kita sedang melakukan pengecekan kendaraan penumpang bus, dalam waktu dekat, nanti kita laksanakan pengecekan kesiapan kendaraan dimaksud sebelum H-7 Nataru lagi,” kata Kepala Seksi Sarana dan Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan BPTD kelas II Maluku, M. Alfian, di Ambon, Kamis.Kendaraan bus yang dicek berlangsung di Terminal Pelabuhan Hunimua dan Pool Damri Waiheru, Kota Ambon.Ia mengaku, ada beberapa bus yang saat dicek, belum layak untuk melakukan operasi, namun izin operasi hanya dikeluarkan oleh pemerintah daerah (Pemda). “Kita hanya membantu pemda memeriksa kendaraan dimaksud,” ujarnya.Per 30 November 2023, jumlah kendaraan bus yang diperiksa ada enam unit dari Terminal Pelabuhan Hunimua, empat dinyatakan layak, sementara dua tidak layak.Sementara di Pool Damri Waiheru, per 30 November 2023, ada tiga unit yang diperiksa namun belum layak karena unsur administrasi yang tidak terpenuhi.Ia mengatakan, pemeriksaan ini juga merupakan bagian dari upaya yang sejalan dengan komitmen untuk memberikan pengalaman perjalanan yang aman dan nyaman bagi masyarakat yang merayakan Natal dan liburan tahun baru.“Saya berharap, perjalanan menjelang hingga pasca Nataru, lancar, aman dan nyaman bagi warga. Dengan dilakukannya cek kesiapan bus ini, kami ingin memastikan bus tidak mengalami kerusakan selama melayani masyarakat,” ucapnya.

Publication Berita
BPTD Maluku: Pelayaran Tetap Beroperasi, Dipastikan Aman Walau Hujan
21 Nov. 2023, 13.01, 1115

Ambon (ANTARA) - Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Provinsi Maluku menyatakan pelayaran antarpulau tetap beroperasi dan dipastikan aman walaupun curah hujan tinggi.Penyeberangan yang tetap beroperasi tersebut, yakni Pelabuhan Penyeberangan Galala Ambon, Pelabuhan Penyeberangan Namlea, Pelabuhan Penyeberangan Waai Maluku Tengah, dan Pelabuhan Penyeberangan Tual.“Pelayaran antarpulau tetap jalan dan beroperasi normal,” kata Pengolah Data Kehumasan dan Publikasi BPTD Maluku Mohammad Fausan Salatalohy, di Ambon, Kamis.Menurutnya, hal itu berdasarkan peringatan prakiraan cuaca wilayah pelayanan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Ambon, berlaku 14 September 2023 pukul 21.00 WIT-15 September 2023 pukul 21.00 WIT Nomor PJP/014/KAMB/IX/2023.“Tentunya ini berdasarkan imbauan atau peringatan dari BMKG. Kalau info gelombangnya masih tinggi kami pasti akan hentikan pelayaran sementara. Tapi karena masih kategori sedang, jadi aman,” ujarnya pula.Ia juga mengimbau kepada seluruh masyarakat yang ingin bepergian melalui jalur laut, agar tetap tenang meskipun curah hujan masih tinggi.“Karena yang kita lihat bukan dari hujannya, dan kami akan selalu memperbarui informasi pada jam 9.00 WIT pagi,” katanya lagi.Berdasarkan surat pemberitahuan BMKG, yang masuk kategori sedang saat ini laut perairan Kepulauan Kai, perairan Kepulauan Aru, perairan Kepulauan Tanimbar, Laut Arafuru bagian barat, dan Laut Arafuru bagian tengah.Sedangkan yang kategori rendah, yakni ​​​Seram bagian barat, Laut Seram bagian timur, perairan Buru, perairan Ambon-Lease, perairan selatan Seram, Laut Banda utara bagian barat, Laut Banda utara bagian timur, Laut Banda selatan bagian barat, Laut Banda selatan bagian timur, dan perairan Sermata.