Ende, Nusa Tenggara Timur (17/09/2026) — Dalam rangka memperingati Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) Tahun 2026, Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas II Nusa Tenggara Timur (BPTD Kelas II NTT) menyalurkan 1.000 paket perlengkapan sekolah dan 100 meja belajar bagi anak-anak sekolah di wilayah terdampak bencana di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur.
Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian insan perhubungan bersama mitra kerja perhubungan untuk mendukung keberlangsungan proses belajar anak-anak di tengah kondisi pascabencana. Penyaluran bantuan juga menjadi bagian dari upaya memberikan dukungan kepada satuan pendidikan dan peserta didik yang masih menghadapi berbagai keterbatasan akibat dampak bencana.
Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), dampak gempa teridentifikasi di sejumlah wilayah di Flores, antara lain Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo, dan Sikka. Dampak bencana turut dirasakan oleh satuan pendidikan. Sejumlah fasilitas sekolah mengalami kerusakan sehingga kegiatan pembelajaran perlu dilakukan dengan memperhatikan aspek keselamatan peserta didik. Kegiatan belajar mengajar dilaksanakan di bawah tenda yang didirikan di lingkungan sekolah sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gempa susulan maupun status darurat yang masih berlangsung.
Menanggapi kondisi tersebut, Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan, menugaskan BPTD Kelas II NTT sebagai salah satu penanggung jawab distribusi bantuan bagi korban bencana NTT, termasuk melalui penyaluran perlengkapan sekolah dan meja belajar.
“BPTD Kelas II NTT telah menyerahkan amanah dari Direktur Jenderal Perhubungan Darat berupa 1.000 paket perlengkapan sekolah dan 100 meja belajar bagi anak-anak terdampak bencana di Flores. Kami juga menyerahkan bantuan titipan dari berbagai pihak kepada Pemerintah Kabupaten Ende untuk selanjutnya disalurkan kepada wilayah yang membutuhkan oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Ende,” ujar Kepala BPTD Kelas II NTT, Robert N.I. Tail.
Penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen BPTD Kelas II NTT untuk memastikan dukungan dari berbagai pihak dapat diteruskan kepada masyarakat yang membutuhkan di wilayah terdampak.
“Kami berharap bantuan ini dapat tersalurkan dengan tepat sasaran dan memberikan manfaat bagi anak-anak yang masih menjalani proses pembelajaran di tengah keterbatasan pascabencana,” tambahnya.
Kepala Sub Bagian Tata Usaha BPTD Kelas II NTT yang juga sebagai salah satu Penanggung Jawab Distribusi Bantuan Korban Bencana NTT, Yaan Sem Appah juga menjelaskan, dalam proses penyaluran bantuan, BPTD Kelas II NTT berperan sebagai penghubung dan menjadi salah satu koordinator dalam memobilisasi bantuan dari para pihak hingga dapat bergerak menuju wilayah yang membutuhkan.
“Bantuan perlengkapan sekolah dan meja belajar tersebut telah dimobilisasi menggunakan Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Ile Labalekan dari wilayah Kupang menuju Flores pada tanggal 15 September 2026 dan tiba pada tanggal 16 September 2026,” pungkasnya.
Dia menjelaskan, setibanya di Flores, bantuan Harhubnas tersebut kemudian telah diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Ende melalui Dinas Perhubungan Kabupaten Ende pada tanggal 17 September 2026 untuk selanjutnya dikoordinasikan dan didistribusikan kepada beberapa sekolah yang terdampak gempa.
Selain itu, Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Ende, Christiana F. Muda Mite juga menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan saat menerima bantuan yang disalurkan.
“Kami berterima kasih atas kepedulian dan bantuan yang telah diberikan. Kami juga mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada kami untuk menyalurkan bantuan ini kepada anak-anak yang terdampak bencana. Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat dan membantu anak-anak kami yang sedang berjuang untuk terus belajar di tengah berbagai keterbatasan yang mereka hadapi,” tuturnya.