Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat bersama Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Nusa Tenggara Timur (NTT) bergerak cepat mengoptimalkan layanan transportasi darat guna mempercepat proses evakuasi, penyaluran logistik bantuan kemanusiaan, serta mobilitas warga untuk membantu penanganan darurat pascagempa di wilayah Flores, NTT
KMP Ile Ape dikerahkan untuk mengangkut dua unit alat berat berjenis ekskavator guna mempercepat proses evakuasi dan pembersihan material longsoran akibat bencana gempa. Kehadiran alat berat ini sangat krusial untuk membuka kembali akses jalan darat yang tertimbun di wilayah Palue, Kabupaten Sikka, sehingga distribusi bantuan lanjutan dapat segera tersalurkan
dukungan akses dan mobilitas Penumpang yang ikut dalam kapal antara lain anggota Polres Sikka dan 5 orang dokter. BPTD Kelas II NTT memperbantukan bus perintis untuk mendistribusikan bantuan. Layanan lintasan penyeberangan perintis yang vital bagi Kabupaten Ende terus diupayakan. Transportasi diarahkan untuk menjaga mobilitas masyarakat serta distribusi bantuan/logistik pascabencana.
Pemantauan dan verifikasi lapangan menunjukkan Jalan Trans Flores yang sebelumnya mengalami gangguan total kini dapat diakses kembali. Kondisi ini memungkinkan distribusi logistik berjalan. Pemulihan akses jalan menjadi bagian penting dari percepatan penanganan wilayah terdampak karena membuka jalur distribusi bantuan dan logistik antarwilayah.
Bantuan untuk masyarakat terdampak di posko pengungsian Gelora Samador, Maumere, Kementerian Perhubungan menyalurkan kebutuhan pokok kepada masyarakat terdampak, diantaranya :Paket Beras 5 Kg,Makanan Kaleng,Mie Instan dan Air Mineral 1.5 liter.