LAMPUNG BARAT, 4 Agustus 2026 – Topografi Kabupaten Lampung Barat yang didominasi oleh kawasan perbukitan, jurang, dan jalur berkelok menjadikan infrastruktur jalan yang aman sebagai sebuah kebutuhan mutlak. Merespons kondisi tersebut dan dalam upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Lampung secara resmi meresmikan Pemasangan Bantuan Teknis Alat Penerangan Jalan pada Selasa (4/8/2026).
Berpusat di Gedung Serba Guna (GSG) Yatama, Pekon Tribudi Syukur, Kecamatan Kebun Tebu, kegiatan ini merupakan manifestasi dari implementasi Program Bantuan Teknis Perlengkapan Jalan Tahun Anggaran 2026 dari Kementerian Perhubungan. Langkah ini diharapkan menjadi solusi konkret atas minimnya jarak pandang dan visibilitas pengendara saat melintasi jalur-jalur rawan di malam hari.
Acara peresmian ini berlangsung khidmat dan dihadiri langsung oleh sejumlah tokoh penting dari tingkat pusat hingga daerah, di antaranya:
- Kepala BPTD Kelas II Lampung, Bapak Jonter Sitohang, S.Sos., M.T.
- Anggota Komisi V DPR RI, Drs. H. Mukhlis Basri
- Kepala Seksi Sarana AJSDP, Bapak Dedi Setiawan, S.Sos.
- Camat Kebun Tebu beserta jajaran Dinas Perhubungan Kabupaten Lampung Barat.
- Tokoh adat, tokoh masyarakat, dan warga Pekon Tribudi Syukur.
Dalam sambutannya, Kepala BPTD Kelas II Lampung, Jonter Sitohang, menekankan bahwa program ini bukan sekadar pengadaan fasilitas fisik, melainkan wujud nyata kehadiran negara dan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, legislatif, dan pemerintah daerah.
"Penyediaan sarana dan prasarana perlengkapan jalan yang memadai adalah komitmen kita bersama untuk melindungi masyarakat. Nyawa pengguna jalan adalah prioritas utama. Oleh karena itu, kami sangat berharap infrastruktur yang telah terbangun ini dapat dijaga, dirawat, dan dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh seluruh elemen masyarakat," tegas Jonter.
Kehadiran Anggota Komisi V DPR RI, Drs. H. Mukhlis Basri, juga mempertegas komitmen legislatif dalam mengawal pembangunan infrastruktur keselamatan transportasi di daerah pemilihannya. Dukungan dari DPR RI dinilai krusial untuk memastikan alokasi anggaran pusat dapat tepat sasaran dan langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di pelosok daerah.
Puncak acara peresmian ini ditandai dengan prosesi pemotongan pita secara simbolis yang diiringi tepuk tangan antusias dari warga setempat. Pemotongan pita tersebut menjadi tanda bahwa deretan fasilitas alat penerangan jalan kini secara resmi beroperasi dan menerangi wilayah tersebut.
Keberadaan lampu penerangan jalan ini memiliki dampak ganda (multiplier effect) bagi masyarakat Lampung Barat. Dari sisi keselamatan, penerangan yang optimal di titik-titik rawan diharapkan mampu menurunkan fatalitas kecelakaan dan mencegah potensi tindak kriminalitas di jalanan sepi.